Rezeki sudah Allah tentukan, maka kita harus faham tidak ada istilah dalam agama kita, rezeki kita diambil oleh orang lain. Itulah yang disebutkan oleh Hasan Basri rahimahullah, aku selalu senang dan tenang karena dua hal. Pertama karena ajalku sudah ditentukan, maka aku sudah tahu aku akan mati kapan, untuk apa aku pikirkan. Sekarang beramal saja, aku akan meninggal juga pada saat itu. Mau sakit atau sehat, mau muda atau tua. Dan aku selalu senang dan bahagia karena aku tahu rezekiku sudah Allah tentukan dan tidak akan diambil oleh orang lain. Apa yang sudah Allah tentukan buat kita akan sampai kepada kita. Maka ini poin penting untuk diketahui. Jadi tidak usah kita masuk kepada kenapa orang ini menikah sama orang itu ya, kok bisa dia dapat ya, kok begini dan begitu. Itu rezeki yang sudah Allah tentukan buat dia. Kita tidak bisa berbicara soal itu. Kuasa Allah boleh tidak kita meminta kepada Allah agar diberikan seperti dia. Iya, itu boleh. Ya Allah sebagaimana kau lapangkan rezekinya buat berikan juga buat aku. Ya Allah sebagaimana kau berikan dia kelebihan fisik berikan untuk aku. Dan seterusnya, sebagaimana dia beramal soleh juga memudahkan aku beramal soleh. Tapi kita kalau merasa bahwasannya kenapa dia bisa dapat, dan ini poin keduanya ya. Bahwasannya tidak boleh hasad. Kita harus tahu yakin pertama bahwasannya rezeki sudah ditentukan. Yang kedua tidak boleh kita iri dan dengki kepada orang lain. Karena Allah maha adil dengan keputusannya.