Ada masa ketika hidup terasa begitu sunyi. Orang-orang yang dulu dekat perlahan menjauh, hanya karena keadaan dan uang. Tanpa banyak teman, tanpa dukungan, bahkan tanpa saudara yang benar-benar mengerti. Saat ucapan mereka menyakiti hati, gue hanya memilih diam dan menunduk. Bukan karena lemah, tetapi karena lelah menjelaskan sesuatu yang tak semua orang mau pahami. Di tengah semua tekanan, ada alasan yang membuat gue tetap berdiri: istri dan anak-anak. Senyum mereka adalah kekuatan yang tidak pernah habis. Demi mereka, gue tetap melangkah, meski hati penuh beban dan pikiran terasa sesak. gue belajar tersenyum, bukan karena semuanya baik-baik aja, tetapi karena gue ga mau anak-anak melihat ayahnya menyerah. gue juga ingin mereka tumbuh dengan tawa, tanpa harus ikut merasakan luka yang setiap hari gue simpan sendiri. Semoga semua lelah ini berubah menjadi kebahagiaan. Dan semoga gue bisa melewati semuanya tanpa harus menyakiti hati siapa pun.