Ibnu Sina atau yang dikenal dengan panggilan Avicenna di Barat merupakan dokter Muslim, yang terkenal dan memiliki pengaruh di antara filosof-ilmuwan muslim abad pertengahan. Dia sangat terkenal karena kontribusinya di bidang filsafat dan kedokteran. Dia menyusun Kitāb Al-Shifāʾ (Kitab Penyembuhan), sebuah ensiklopedia filosofis dan ilmiah yang luas, dan Al-Qānūn fī al-Tibb (The Canon of Medicine), yang merupakan salah satu buku paling terkenal dalam sejarah kedokteran.(Flannery, t.t.) Menurut catatan pribadi tentang hidupnya, Ibnu Sina telah menghafal seluruh Al- Quran pada usia 10 tahun. Pada usia 16 tahun, ia belajar mengenai kedokteran, sebuah disiplin ilmu yang menurutnya "mudah". Ia telah menulis sekitar 240 judul kitab dengan berbagai disiplin ilmu seperti matematika, geometri, astronomi, fisika, metafisika, filologi, musik, dan puisi. Dalam keahliannya yang terakhir ia telah membuat kitab Al- Urjuzah Fi al-Tibb yang terdiri dari 1326 ayat yang diklasifikasikan dengan cermat, dan dianggap sebagai ringkasan puitis dari buku teks ensiklopedisnya, "The Canon of Medicine". Popularitasnya tersebar luas di Timur dan kemudian di Eropa melalui terjemahan Gerard of Cremona. Akibatnya, itu dikatakan sebagai salah satu risalah medis paling terkenal di Eropa, banyak digunakan di universitas Salerno, Montpellier, Bologna dan Paris hingga abad ke-17. Al-Urjuzah Fi Al-Tibb atau Puisi Medis Ibn Sina ini yang memiliki peran dalam transmisi pengetahuan medis ke Eropa Abad Pertengahan.(Abdel- Halim, 2014) Karya filsafat dan sains Ibnu Sina yang paling penting adalah Kitāb al-Shifāʾ, yang merupakan ensiklopedia empat bagian yang mencakup logika, fisika, matematika, dan metafisika. Karena sains disamakan dengan kebijaksanaan, Ibnu Sina mencoba mengklasifikasikan pengetahuan secara terpadu. Misalnya, pada bagian fisika, alam dibahas dalam konteks delapan ilmu utama, termasuk ilmu prinsip umum, benda langit dan bumi, dan elemen primer, serta meteorologi, mineralogi, botani, zoologi, dan psikologi (ilmu jiwa). Dapat dikatakan bahwa Ibn Sina adalah produk sejati Peradaban Muslim dalam klimaks pertumbuhan ilmiahnya. Dia berkontribusi pada ilmu-ilmu alam (yang dia sebut At-Thabiiyat) bersama dengan para filsuf alam lainnya seperti Ikhwan Al-Safa, Al-Biruni dan banyak lainnya. Karya Avicenna, Kitab Al-Shifa (Buku Penyembuhan), Encyclopaedia of Philosophy and Natural Sciences yang terkenal, mempengaruhi ilmuwan Eropa selama Renaisans karena komprehensif dan dalam tata letak ensiklopedis.(Al-Rawi, 2002) Pandangan filosofisnya telah menarik perhatian para pemikir Barat selama beberapa abad, dan buku-bukunya telah menjadi salah satu sumber terpenting dalam filsafat. Dalam bidang kedokteran, buku ensiklopedisnya, al-Qanun (The Canon) - Al Qanun Fi Al- Tibb (The Canon of Medicine) - diterjemahkan ke dalam bahasa Latin menjelang akhir abad kedua belas, dan menjadi sumber referensi untuk studi medis di universitas- universitas Eropa sampai akhir abad ketujuh belas.(Flannery, t.t.) Di Eropa, kitab Al- Qānūn fī al-ṭibb menjadi sumber utama, dari pada Kitāb al-ḥāwī Al-Razi.(Nizamoglu, 2015)
