"Dalam kehidupan sehari-hari, bisnis bukan hanya soal untung dan rugi. Tapi juga soal etika, kejujuran, dan tanggung jawab. Islam, sebagai agama yang sempurna, telah mengatur prinsip-prinsip etika dalam berbisnis sejak 1400 tahun yang lalu." "Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar kesanggupannya" Qur'an Surah Al-An'am ayat 152. "Ayat ini menegaskan pentingnya keadilan dalam transaksi. Jangan mengurangi timbangan, jangan menipu pelanggan. Kejujuran adalah fondasi utama dalam bisnis Islami." "Nabi Muhammad ﷺ dikenal sebagai pedagang yang jujur dan terpercaya. Gelarnya: Al-Amin. Beliau bersabda:" “Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang benar, dan para syuhada.” Hadits riwayat Tirmidzi." "Dalam Islam, bisnis bukan jalan untuk menindas, tapi ladang untuk menebar keberkahan. Etika dalam Islam mencakup:" Jujur dalam transaksi Tidak menipu atau menyembunyikan cacat barang Tidak riba Tidak curang dalam takaran Tidak zalim terhadap mitra atau karyawan “Celakalah bagi orang-orang yang curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi, tetapi jika mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” Qur'an Surah Al-Muthaffifin ayat 1 sampai 3. "Allah mencela para pedagang curang. Bisnis seperti ini bukan membawa berkah, tapi mendatangkan murka." "Ingatlah, dalam Islam, bisnis bukan hanya cara mencari nafkah. Tapi juga jalan ibadah. Mari berdagang dengan jujur, adil, dan penuh amanah. Karena rezeki yang halal dan berkah adalah bekal terbaik untuk dunia dan akhirat." Yuk, bangun bisnis yang bukan hanya untung di dunia, tapi juga untung di akhirat. Amin yarobal'alamin.
