Cs

Cs

@Dadang Sirahnaga
6Utilisations
0Partages
0Aime
0Enregistré par

Pagi ini, kami memulai perjalanan menyusuri hutan dan bantaran sungai. Udara masih terasa segar, embun menempel di dedaunan, dan suara alam menjadi satu-satunya teman di sepanjang langkah. Jejak-jejak di tanah lembap memberi harapan, menandakan keberadaan biawak yang mungkin melintas tak lama sebelumnya. Kami menyusuri semak, memeriksa celah batu, batang pohon tumbang, hingga lubang-lubang kecil di tepi sungai. Setiap gerakan dilakukan perlahan, penuh kehati-hatian, agar tidak mengusik alam sekitar. Beberapa kali terdengar suara percikan air dan gesekan dedaunan, membuat adrenalin meningkat, seolah target sudah di depan mata. Namun semakin jauh melangkah, jejak itu perlahan menghilang. Panas matahari mulai terasa, keringat mengalir di dahi, dan tenaga pun terkuras. Setelah hampir tiga menit pencarian, hasilnya tetap sama: biawak tak kunjung ditemukan. Meski sedikit kecewa, semangat tidak surut. Alam selalu punya rencana sendiri. Kami memutuskan untuk beralih target, memanfaatkan hasil buruan lain yang sudah didapat sebelumnya — seekor tupai — untuk tetap melanjutkan perjalanan hari ini. Di sebuah tempat terbuka dekat aliran sungai, kami mulai menyiapkan perapian sederhana. Ranting kering dikumpulkan, disusun rapi, lalu percikan api kecil perlahan membesar, menghadirkan kehangatan di tengah alam liar. Daging tupai dibersihkan dengan air sungai yang jernih, lalu dipotong secukupnya. Bumbu sederhana dari rempah alami disiapkan: garam, bawang, dan beberapa racikan tradisional. Aroma bumbu mulai tercium saat daging dilumuri dengan merata. Perlahan, potongan daging diletakkan di atas bara. Suara desis halus terdengar, disertai aroma panggangan yang menggugah selera. Asap tipis menari di udara, menyatu dengan cahaya matahari sore yang menembus sela dedaunan. Kami menunggu dengan sabar, membalik daging agar matang sempurna di setiap sisi. Warna keemasan mulai muncul, menandakan hidangan siap dinikmati. Akhirnya, momen yang ditunggu tiba. Di tengah suasana hutan yang sunyi, kami menikmati hasil buruan dengan rasa syukur. Sederhana, namun terasa sangat nikmat. Setiap suapan mengingatkan bahwa usaha, kesabaran, dan kebersamaan membuat segalanya menjadi lebih berarti.

idMâleJeuneNarrationMoyenD'âge moyenPublicitéProfondAutoritaireProfessionnelAnnonceurIndonesian
Public
Utiliser la voix
Échantillons
Il n'y a pas encore d'échantillons audio