> "Setelah mendengar intro tadi, mungkin kamu berpikir: kenapa harus bahas ras?" "Di dunia yang terus berubah, kita terbiasa bicara soal suku, budaya, atau bahasa. Tapi ras—sesuatu yang justru terlihat paling jelas—sering luput dari pembahasan." "Padahal, keberagaman ras bukan sekadar fakta… tapi bagian penting dari siapa kita sebagai bangsa." > Indonesia adalah rumah bagi banyak ras—Melayu sebagai mayoritas, Melanesia di wilayah timur seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur, serta keturunan Tionghoa, Arab, India, bahkan Eropa. Semuanya menjadi bagian dari satu identitas: Indonesia. > Tapi, apa sebenarnya ras itu? > Ras adalah pengelompokan manusia berdasarkan ciri fisik seperti warna kulit, bentuk rambut, atau struktur wajah. Tapi penting untuk diingat: perbedaan ras tidak pernah menentukan nilai seseorang. Warna kulit kita boleh berbeda, tapi harga diri kita setara. > Keberagaman ras di Indonesia terbentuk dari perjalanan sejarah yang panjang. Mulai dari masa kerajaan maritim, jalur perdagangan rempah-rempah, hingga masa kolonialisme. Banyak kelompok dari luar datang, tinggal, dan membaur. Dari situlah lahir generasi-generasi baru—ras campuran, tapi tetap berjiwa Indonesia. > Tapi keberagaman saja tidak cukup. Karena dalam realitas, rasisme masih ada. Mulai dari candaan soal warna kulit, hingga anggapan merendahkan terhadap kelompok tertentu. > Padahal kita hidup di negara yang berdiri atas semangat persatuan dalam perbedaan. > Ras bukan untuk dibandingkan. Ras ada untuk dipahami dan dihargai. Karena sejatinya, kita semua adalah bagian dari satu bangsa, satu tanah air: Indonesia. > Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya tentang agama atau budaya. Tapi juga tentang keberagaman ras, yang ikut menyusun identitas bangsa ini. > Jadi, mari kita sama-sama belajar. Saling menghargai Dan bangga menjadi bagian dari bangsa yang kuat bukan karena keseragaman—tapi karena keberagamannya.
