sosok yang berjuang dalam diam — seorang konten kreator. Banyak orang melihat hasil akhirnya: video keren, ribuan like, dan komentar yang ramai. Tapi jarang yang tahu perjalanan panjang di baliknya. Namanya Rafi. Ia memulai segalanya dari sebuah kamar kecil dengan lampu seadanya. Kamera? Bukan kamera mahal — hanya ponsel dengan layar sedikit retak. Setiap hari sepulang kerja, ia duduk di depan meja kecilnya, mencari ide baru untuk dibagikan. Kadang, idenya muncul begitu saja, tapi lebih sering, ia menatap layar kosong berjam-jam tanpa hasil. Di awal, tak ada yang menonton videonya. Satu, dua view — itupun mungkin dari teman sendiri. Tapi Rafi tak menyerah. Ia tahu, menjadi konten kreator bukan tentang seberapa cepat viral, tapi seberapa kuat bertahan. Ia belajar mengedit sendiri, belajar tentang pencahayaan, belajar berbicara di depan kamera tanpa rasa canggung. Ia salah, gagal, lalu mencoba lagi.
