perkenalan nama saya Muhammad hafizi progam studi manajemen fakultas ekonomi dan bisnis . Halo sahabat bangsa Pernahkah Anda berpikir, bagaimana negara seluas dan seberagam Indonesia bisa punya satu fondasi yang kokoh? Jawabannya adalah Pancasila. Lahirnya Pancasila bukan hanya pidato satu hari, tapi hasil perundingan panjang yang melibatkan tiga babak bersejarah: BPUPKI, Piagam Jakarta, dan PPKI. Semua dimulai di Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan, atau BPUPKI... Puncaknya, pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno berdiri dan menyampaikan lima prinsip dasar. Beliau memberikan nama yang hingga kini kita kenal: Pancasila. . Setelah gagasan dicetuskan, BPUPKI membentuk Panitia Sembilan... Hasilnya, pada 22 Juni 1945, lahirlah dokumen penting yang disebut Piagam Jakarta... Namun, sila pertamanya berbunyi: 'Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. . Perubahan krusial itu terjadi di babak akhir, saat PPKI bersidang pada 18 Agustus 1945... Demi menjaga keutuhan dan persatuan bangsa... tujuh kata dalam sila pertama Piagam Jakarta dihapus dan diubah menjadi rumusan yang kita kenal sekarang: 'Ketuhanan Yang Maha Esa. Tujuh kata yang dimaksud adalah ini. Mari kita lihat perubahannya. Piagam Jakarta berbunyi: Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Namun, demi seluruh rakyat Indonesia, rumusan itu diubah menjadi: 'Ketuhanan Yang Maha Esa.' Inilah bukti nyata toleransi para pendiri bangsa." . Jadi, Pancasila lahir dari proses musyawarah, kompromi, dan pengorbanan, untuk memastikan kita semua bersatu dalam satu rumah: Indonesia!.