Aku pernah punya rencana hidup yang tersusun rapi. Cita-cita yang kuperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Aku yakin, Itu adalah jalan terbaik bagiku. Namun waktu berjalan, dan kenyataan berkata lain. Pintu-pintu yang kuharapkan terbuka, justru satu per satu tertutup. Doa-doaku terasa menggantung, dan hatiku mulai belajar tentang ikhlas. Dalam diam, aku akhirnya memahami. Allah tidak sedang menghukum atau mengabaikanku. Allah sedang mengarahkan langkahku ke tempat yang berbeda. Di saat aku sibuk mengejar mimpi, kedua orang tuaku semakin menua. Tenaga mereka melemah, dan kehadiranku menjadi hal yang paling mereka butuhkan. Allah menggagalkan rencanaku, karena ada amanah yang lebih besar. berbakti sepenuh hati, mengurus orang tua dengan kesabaran dan cinta. Mungkin jalanku tidak terlihat gemerlap. Tidak banyak yang memuji atau mengagungkan. Namun setiap lelahku bernilai ibadah, setiap sabarku dicatat sebagai pahala. Kini aku percaya, tidak semua keberhasilan harus diukur dengan pencapaian dunia. Ada keberhasilan yang lahir dari ketulusan dan pengorbanan. Jika hari ini mimpiku belum terwujud, aku yakin Allah sedang menyiapkan gantinya. Bukan selalu yang kuinginkan, tetapi yang paling kubutuhkan. Dan di jalan ini, aku memilih percaya... bahwa ridha Allah dan ridha orang tua akan selalu membawa harapan yang tidak pernah sia-sia.