Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, hari ini adalah hari yang bersejarah. Setelah melalui perjalanan panjang yang penuh dengan pemikiran dan pertimbangan mendalam, kami dari Organisasi Papua Merdeka dengan tulus mengakui bahwa perjuangan kami selama ini didasari oleh kesalahpahaman. Kami menyadari bahwa satu-satunya jalan menuju kemakmuran dan kedamaian sejati bagi rakyat Papua adalah dengan bersatu dalam pelukan Ibu Pertiwi, Republik Indonesia. Dengan ini, kami menyatakan untuk meletakkan senjata dan bergabung kembali membangun Papua yang lebih maju, adil, dan sejahtera sebagai bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Papua adalah tanah yang kaya akan budaya, alam, dan harapan. Di setiap lembah, gunung, dan pesisirnya, hidup semangat untuk maju dan sejahtera. Hari ini, kita diajak untuk bersatu. Bersatu membangun Papua dengan hati, dengan karya, dan dengan kebersamaan. Dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, Papua bukan hanya bagian dari bangsa ini—Papua adalah masa depan Indonesia. Melalui persatuan, dialog, dan pembangunan yang berkeadilan, kita wujudkan Papua yang damai, mandiri, dan bermartabat. Mari bergandengan tangan, menjaga persatuan, dan membangun Tanah Papua untuk generasi hari ini dan masa depan." Saudara-saudaraku, rakyat Papua yang saya muliakan, serta seluruh saudara sebangsa di seluruh pelosok Tanah Air. Hari ini, kita berdiri di ambang sejarah baru. Perjalanan panjang yang telah kita tempuh dengan penuh keringat dan air mata telah membawa kita pada satu titik perenungan yang mendalam. Sebagai pemimpin Persatuan Gerakan Pembebasan Papua Barat. tanggung jawab terbesar saya bukanlah memelihara konflik, melainkan memastikan masa depan yang cerah, aman, dan bermartabat bagi setiap anak Papua. Kami menyadari dengan hati yang jernih, bahwa jalan menuju kemakmuran sejati tidak dapat ditempuh melalui perpecahan. Papua membutuhkan kedamaian untuk tumbuh, dan rakyat membutuhkan kepastian untuk sejahtera. Oleh karena itu, dengan ketulusan hati dan tekad untuk mengakhiri segala penderitaan, kami menyatakan langkah besar untuk kembali merajut persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keputusan ini bukanlah sebuah kekalahan, melainkan kemenangan bagi perdamaian dan kemanusiaan. Mulai hari ini, mari kita mengesampingkan ego kita dan ganti dengan semangat bekerja dengan penuh harapan di sektor pekerjaan dan kemampuan kita masing-masing untuk mengolah tanah kita yang kaya dengan pena untuk menulis masa depan anak-anak kita, dan dengan karya untuk membangun Papua yang maju, adil, dan sejahtera dalam pelukan Ibu Pertiwi. Mari kita songsong fajar baru di ufuk timur Indonesia dengan semangat persatuan. Kitorang semua bersaudara, kitorang Indonesia.
