Pria Muda Jelas
Ginanjar Agrabinta에 의해Di sebuah dapur besar milik SPPG Bojongkaso, sejak pagi buta sudah terdengar suara wajan dan dentingan alat masak. Asap tipis mengepul dari tungku, sementara para petugas dapur sibuk menyiapkan makanan untuk ratusan siswa dan warga. Hari itu berbeda dari biasanya, karena menu yang akan dimasak adalah nasi Padang lengkap.
Bu Erna sebagai kepala dapur berdiri sambil memegang daftar bahan.
“Cabena tos siap? Santanna ulah kurang, urang rek nyieun rendang nu ngeunah!” katanya sambil tersenyum.
Pak Irfan yang bertugas memotong daging langsung menjawab,
“Siap Bu, ieu dagingna seger pisan. Insyaallah rendangna mantap.”
Di sudut lain, beberapa ibu sedang menggiling bumbu halus. Aroma bawang, cabai merah, kunyit, dan serai langsung memenuhi ruangan. Anak-anak yang lewat depan dapur sampai menengok karena lapar mencium wanginya.
Menu hari itu sangat lengkap:
Rendang daging
Ayam pop
Gulai nangka
Sambal ijo
Telur balado
Dan nasi putih hangat
Proses memasaknya memakan waktu lama, terutama rendang yang harus terus diaduk supaya santannya meresap sempurna. Meski lelah, semua petugas dapur tetap semangat karena ingin memberikan makanan terbaik.
Menjelang siang, masakan akhirnya matang. Warna rendang terlihat hitam kecokelatan mengkilap, sambal hijaunya pedas menggoda, dan nasi hangat mengepul di dalam baki besar.
Saat makanan dibagikan, para siswa dan warga langsung antusias.
“Wih hari ieu mah siga di rumah makan Padang!” kata salah satu siswa sambil tertawa.
Banyak yang menambah nasi karena masakannya sangat enak. Bahkan ada yang meminta resep sambal hijau kepada Bu Erna.
an, makanan itu dibuat dengan kerja sama, semangat, dan rasa kasih dari seluruh tim dapur.