RZ
Reza Karyadi에 의해Ifa…
Cerita kita dimulai sejak kecil. Dari cinta pandangan pertama waktu masih SD, sampai akhirnya kita bertemu lagi di masa remaja. Dari teman, jadi sahabat, lalu pacar. Tahun 2015, kita resmi jadian. Banyak momen lucu, banyak masalah juga, tapi semuanya kita hadapi sama-sama.
Tahun 2018, aku jadi salah satu korban gempa dan tsunami Palu. Allah masih kasih aku umur panjang. Dari sana aku belajar, bahwa hidup ini penuh ujian. Kamu pun sering khilaf, bahkan mengulang kesalahan yang sama. Tapi sebesar apa pun salahmu, aku selalu memilih untuk memaafkan. Karena aku yakin, kita bisa saling melengkapi tanpa memandang kekurangan.
Kita pernah punya banyak mimpi. Semua rencana masa depan sudah kita susun. Aku yakin suatu hari, kita bisa wujudkan itu bersama dalam ikatan pernikahan. Tapi ternyata takdir berkata lain.
Ayahmu pergi sebelum sempat melihat kita menikah. Aku menyesal, karena saat itu belum mampu datang melamarmu. Setahun kemudian, saat aku pulang dengan niat tulus untuk melamar, yang aku dapat justru penolakan. Aku direndahkan di hadapan keluargamu, dan kamu pun hanya diam. Itu jadi luka yang paling dalam dalam hidupku.
Meski begitu, aku tetap bertahan. Dua tahun berikutnya, aku kembali mencoba. Kamu bilang keluargamu sudah setuju. Aku percaya, tapi ternyata semuanya sama. Restu itu tak pernah ada.
Genap 10 tahun perjalanan kita, Ifa. Pada akhirnya aku hanya bisa berpasrah. Aku titip kamu pada Allah. Semoga Dia selalu menjagamu, menjauhkanmu dari keburukan, dari orang yang dzalim, dan semoga semua mimpi-mimpimu tercapai meski tanpa aku di sisimu.
Salam perpisahan ini… dari Reza, yang sudah berusaha setia, yang sudah berkorban, tapi tahu… bahwa pengorbanan saja tidak pernah cukup tanpa restu.
Hari ini aku ikhlas. Semoga Allah memberikan kita jalan terbaik untuk jodoh masing-masing