HERIL
от Chairil Ade RahmatAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saudara-saudaraku sekalian, pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah topik yang sangat penting dan sering diabaikan, yaitu perzinaan. Zina bukan hanya sekadar pelanggaran moral, tetapi juga merupakan dosa besar yang membawa dampak buruk bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Mari kita simak bersama-sama agar kita semakin memahami betapa beratnya larangan ini dan bagaimana kita bisa menjauhinya.
Zina adalah hubungan seksual di luar ikatan pernikahan yang sah. Dalam Al-Qur’an, Allah dengan tegas melarang umat manusia mendekati zina. Firman-Nya dalam Surah Al-Isra ayat 32: *“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”* Larangan ini menunjukkan bahwa bukan hanya perbuatan zina yang diharamkan, tetapi juga segala hal yang mendekatkan kita kepadanya, seperti pergaulan bebas, pornografi, atau hubungan tanpa komitmen pernikahan. Bahkan sekadar membuka pintu menuju zina sudah dianggap berbahaya.
Mengapa Allah begitu keras melarang zina? Karena dampaknya sangat luas. Dari sisi spiritual, pelaku zina akan jauh dari rahmat Allah, hatinya menjadi gelap, dan sulit merasakan ketenangan. Zina merusak hubungan manusia dengan Tuhannya, membuat doa sulit dikabulkan, dan menjauhkan keberkahan dari hidup. Dari sisi sosial, zina merusak kehormatan keluarga, menimbulkan anak-anak tanpa ayah yang jelas, dan bisa memicu keretakan rumah tangga. Bayangkan seorang anak tumbuh tanpa kepastian siapa orang tuanya, tentu akan menimbulkan luka batin yang mendalam. Dari sisi kesehatan, perzinaan membuka pintu bagi penyakit menular seksual yang berbahaya, yang bukan hanya merugikan pelaku tetapi juga pasangan sahnya kelak.
Selain itu, zina juga merusak tatanan masyarakat. Jika zina dibiarkan, maka masyarakat akan kehilangan nilai moral, generasi muda akan rusak, dan peradaban akan hancur. Sejarah menunjukkan bahwa banyak bangsa runtuh bukan hanya karena lemahnya ekonomi atau militer, tetapi juga karena rusaknya moral masyarakatnya. Zina adalah salah satu pintu besar menuju keruntuhan itu.
Dalam Islam, zina termasuk dosa besar yang memiliki hukuman berat. Bagi yang belum menikah, hukumannya adalah dera seratus kali cambukan. Sedangkan bagi yang sudah menikah, hukumannya lebih berat lagi. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya Islam menjaga kehormatan dan kesucian hubungan antara laki-laki dan perempuan. Hukuman ini bukan sekadar untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menjaga masyarakat agar tetap bersih dari perbuatan keji.
Namun, mari kita lihat dari sisi pencegahan. Islam tidak hanya memberi hukuman, tetapi juga memberi solusi agar manusia tidak terjerumus. Pertama, menjaga pandangan dan hati dari hal-hal yang haram. Pandangan adalah pintu hati, jika kita tidak menjaga mata dari hal-hal yang mengundang syahwat, maka hati akan mudah tergoda. Kedua, memperkuat iman dengan ibadah. Orang yang dekat dengan Allah akan lebih mudah menahan diri dari godaan. Ketiga, menjaga pergaulan agar tidak terjerumus dalam lingkungan yang buruk. Lingkungan sangat berpengaruh, jika kita bergaul dengan orang-orang yang bebas dan tidak peduli aturan agama, maka kita akan mudah ikut terbawa arus. Dan yang paling penting, menikah adalah jalan yang halal dan mulia untuk menyalurkan kebutuhan biologis.
Saudara-saudaraku, mari kita renungkan. Zina bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain. Betapa banyak kasus di mana perzinaan berujung pada kehancuran rumah tangga, anak-anak yang terlantar, bahkan pembunuhan karena rasa cemburu. Semua itu berawal dari satu langkah kecil: tidak menjaga diri dari zina.
Oleh karena itu, jangan pernah menganggap remeh perbuatan ini. Mari kita menjaga diri, keluarga, dan masyarakat dari perzinaan dengan memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan menegakkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus saling mengingatkan, saling menasihati, dan saling menjaga agar tidak ada di antara kita yang terjerumus dalam dosa besar ini.
Semoga Allah selalu melindungi kita dari perbuatan keji ini dan memberikan jalan yang lurus dalam kehidupan. Semoga kita semua mampu menjaga kehormatan diri, keluarga, dan masyarakat. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.