Tiwi
by Amrih Eka Pratiwi - ITSAku tak lahir untuk hanya menunggu…
Tapi untuk bergerak, hadir, dan membantu.
Aku bukan sekadar pegawai,
Aku adalah abdi…
Abdi negara yang berjanji.
Janji untuk melayani,
Janji untuk membangun negeri,
Dengan semangat, dengan hati.
Inilah kisahku…
Seorang ASN yang mencoba menjejak nilai
Dalam kerja yang nyata dan bermakna.
________________________________________
Berorientasi Pelayanan, adalah langkah awalku.
Tak cukup hanya menyapa,
Tapi hadir penuh rasa.
Waktu, tenaga, senyum,
Kutebar dalam setiap permohonan,
Karena bagiku, melayani adalah kehormatan.
Akuntabel, adalah cermin kejujuran.
Tak kubiarkan angka-angka berdusta,
Tak kututup celah kesalahan.
Semua tertulis… apa adanya,
Karena integritas bukan pilihan,
Tapi jalan hidup.
Kompeten, adalah caraku bertahan.
Di tengah derasnya perubahan,
Aku belajar, terus belajar…
Agar tak tertinggal zaman.
Supaya tiap keputusan bukan tebakan,
Tapi berdasarkan pengetahuan.
Harmonis, aku ciptakan suasana.
Di ruang kerja, di layar Zoom,
Di lapangan, dalam senyum.
Tak ada ruang untuk amarah,
Hanya kolaborasi yang mekar indah.
Loyal, bukan soal setia pada atasan.
Tapi taat pada Pancasila,
Pada nurani bangsa.
Menjaga marwah jabatan,
Tak tergoda untuk bermain di luar garis aturan.
Adaptif, aku belajar tanpa jeda.
Ketika sistem berubah,
Aku tak mengeluh.
Karena ASN sejati tahu,
Dunia tak menunggu yang lambat melaju.
Kolaboratif, aku tak berjalan sendiri.
Tangan-tangan lain ada di sisiku,
Bukan pesaing, tapi penguat jalanku.
Kita bekerja bukan untuk saling mengalahkan,
Tapi menyatukan langkah menuju kebaikan.
________________________________________
Inilah nilai-nilai itu…
Bukan slogan, bukan hiasan.
Tapi nafas dalam kerja,
Yang hidup setiap pagi hingga senja.
Aku adalah ASN,
Aku adalah wajah pelayanan.
Jika rakyat percaya,
Maka kupegang kepercayaan itu sepenuh jiwa.
Karena BerAKHLAK bukan sekadar kata,
Tapi kompas menuju Indonesia yang mulia.