Episode 1
Verina Azalia에 의해Selamat datang di Menepi Sejenak.
Tempat di mana kamu nggak perlu pura-pura kuat.
Hari ini, nggak apa-apa kalau kamu hanya ingin diam…
Nggak apa-apa kalau kamu cuma ingin duduk sendiri, tanpa kata.
Tarik napas… perlahan…
Hembuskan…
Biarkan semuanya tenang sejenak.
Yuk… kita mulai.
Aku tahu rasanya lelah.
Bukan cuma lelah karena aktivitas,
Tapi lelah yang datang dari dalam jiwa.
Yang kadang tak bisa dijelaskan…
Dan membuatmu merasa sendirian dalam keramaian.
Kadang kamu bangun pagi dengan hati kosong,
dan bertanya dalam hati, “Untuk apa semua ini, Tuhan?”
Kadang kamu merasa seperti dunia berjalan terus tanpa menunggumu,
sementara kamu tertinggal… diam… seperti tak terlihat.
Tapi dengar ini…
Tuhan tidak pernah berpaling darimu.
Mungkin kamu merasa hampa,
Tapi Dia tetap tinggal di sana… diam-diam menemani.
Bahkan Yesus sendiri pernah berkata,
"Jiwaku sangat sedih, seperti mau mati rasanya." (Markus 14:34)
Ia tahu seperti apa rasanya hancur di dalam.
Ia tahu seperti apa rasanya ditinggalkan, dikhianati, dan menangis sendirian di taman sunyi.
Dan justru di saat paling gelap itulah…
Tuhan tak menuntutmu untuk tersenyum.
Ia hanya ingin kamu datang, apa adanya.
Dengan air mata, dengan kekosongan, dengan rasa yang tak bisa dijelaskan.
Karena kamu masih ada.
Karena kamu belum menyerah.
Itu sudah cukup.
Jadi jika hari ini kamu hanya bisa duduk, diam, dan menarik napas…
Itu tidak apa-apa.
Tuhan tidak mencintaimu karena kamu kuat.
Tuhan mencintaimu karena kamu adalah milik-Nya.
Karena meski kamu lelah…
Kamu masih ada.
Dan kehadiranmu…
berarti bagi dunia,
berarti bagi orang-orang yang mengasihimu,
dan terlebih lagi…
berarti bagi Tuhan.