kep
by Feri PuhiAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera dan salam bahagia untuk kita semua.
Kami percaya, pendidikan yang sejati adalah pendidikan yang menumbuhkan potensi, memerdekakan pikiran, dan menghidupkan semangat belajar setiap anak.
Melalui semangat itulah, SMP Negeri 1 Tapa melaksanakan berbagai kegiatan dalam program RAIS, yaitu Ramah, Aman, Inklusif, dan Sehat. Sebuah gerakan sekolah yang berupaya menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan berkarakter.
Perkenalkan, saya Lukman Pambi, S.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Pada kesempatan ini, izinkan saya berbagi praktik baik dalam penguatan literasi dan numerasi yang menjadi bagian dari program RAIS, melalui berbagai kegiatan kreatif yang kami kemas dengan semangat kolaborasi, refleksi, dan inovasi, untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi seluruh murid.
Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat,
tantangan kemampuan literasi dan numerasi di kalangan murid masih menjadi perhatian.
Sebagian murid masih menganggap membaca dan berhitung sebagai kegiatan yang membosankan.
Mereka cepat jenuh, sulit fokus, dan kurang antusias ketika berhadapan dengan teks atau angka. Melihat kondisi ini, SMP Negeri 1 Tapa berupaya melahirkan ide agar literasi dan numerasi bisa tumbuh dengan cara yang lebih menyenangkan.
Sekolah menjadi ruang utama lahirnya semangat literasi dan numerasi.
Semangat itu tumbuh bukan hanya dari kegiatan membaca dan berhitung di kelas,
tetapi, sekolah kami SMP Negeri 1 Tapa mengemasnya dalam bentuk permainan tradisional Ular Tangga Literasi dan Numerasi serta Mewarnai Numerasi.
Mereka membaca, berhitung, dan berpikir kritis tanpa merasa tertekan.
Permainan Ular Tangga Literasi dan Numerasi di SMP Negeri 1 Tapa dimainkan dengan cara yang sederhana, namun penuh keseruan.
Sama seperti permainan ular tangga pada umumnya, setiap kelompok bergiliran melempar dadu dan melangkah sesuai angka yang muncul.
Namun, keseruan dimulai ketika pemain berhenti di kotak yang bertanda khusus, yaitu kotak kartu soal.
Di kotak ini, pemain harus mengambil satu kartu dan menjawab pertanyaannya.
Jika berhasil menjawab dengan benar, mereka boleh melanjutkan langkahnya.
Tapi jika jawabannya salah, mereka harus menunggu giliran berikutnya.
Soal-soal dalam permainan ini dibagi menjadi dua jenis.
Untuk Ular Tangga Literasi, pertanyaannya berkaitan dengan kearifan lokal, mulai dari cerita rakyat, adat istiadat, hingga bahasa dan kebudayaan daerah Gorontalo.
Sedangkan untuk Ular Tangga Numerasi, pertanyaannya berisi soal-soal matematika dasar yang dikemas ringan dan menyenangkan.
Dengan cara ini, murid belajar memahami bacaan dan berhitung sambil bermain, tanpa merasa terbebani.
Selain itu, kegiatan Mewarnai Numerasi juga menjadi bagian yang tak kalah menarik.
Setiap murid diberikan lembar gambar yang terdiri atas beberapa bagian.
Pada setiap bagian terdapat petunjuk berupa pertanyaan matematika dasar.
Sebelum mewarnai, murid harus menjawab pertanyaan tersebut terlebih dahulu, lalu mencocokkan hasilnya dengan keterangan warna yang tersedia di bawah gambar. Misalnya, jika hasil hitungannya dua, maka bagian itu harus diwarnai dengan warna pink; jika lima, warnanya blue; dan jika sepuluh, warnanya yellow. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar berhitung,
tetapi juga melatih kemampuan bahasa Inggris dasar, mengenal warna, dan mengasah ketelitian.
Suasana belajar menjadi penuh tawa, warna, dan semangat.
Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap tahap permainan.
Mereka belajar untuk berpikir cepat, bekerja sama, dan menikmati proses belajar yang menyenangkan.
Kegiatan Ular Tangga Literasi Numerasi dan Mewarnai Numerasi ini membuktikan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas.
Tak hanya itu, SMP Negeri 1 Tapa juga memperkenalkan Program SIBI atau Sistem Informasi Perbukuan Indonesia.
Melalui program ini, murid diajak mengenal berbagai bahan bacaan digital dan menumbuhkan kebiasaan membaca dari sumber yang beragam.
Dengan cara ini, sekolah kami berupaya menumbuhkan semangat literasi dan numerasi dengan pendekatan yang seru, kreatif, dan bermakna
Dari berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, kami melihat perubahan yang luar biasa. a nak-anak kini tidak lagi menganggap bahwa membaca dan berhitung sebagai sesuatu yang membosankan.
Melalui permainan Ular Tangga Literasi dan Numerasi, Mewarnai Numerasi, dan Program SIBI,
minat baca dan semangat berhitung mereka tumbuh dengan sendirinya.
Mereka belajar dengan gembira, berpikir lebih kritis, dan berani mengemukakan pendapat.
Dampaknya pun nyata, prestasi murid SMP Negeri 1 Tapa dalam bidang literasi terus meningkat.
Beberapa di antaranya berhasil meraih Juara 1 Lomba Resensi Buku tingkat Provinsi, Juara 2 Lomba Mendongeng pada ajang FLS3N Tingkat Provinsi, Juara 1 Lomba Menulis Cerita pada ajang FLS3N tingkat Provinsi, Juara 2 Lomba Cerdas Cermat Transbahasa Tingkat Provinsi Gorontalo, serta Juara 3 Lomba Cerdas Cermat Museum Tingkat Kab. Bone Bolango. Capaian ini menjadi bukti