mam Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata: “Sebagian besar kerusakan anak disebabkan oleh orang tua yang menelantarkan mereka, tidak mengajarkan kewajiban agama dan sunnah.” Ucapan ini seperti cermin yang jujur, yang memantulkan kenyataan pahit: banyak anak tumbuh tinggi badannya, namun kerdil aqidahnya. Banyak anak cerdas pikirannya, namun miskin adabnya. Banyak anak kuat fisiknya, namun rapuh mentalnya. Padahal anak itu seperti tanah subur… Jika ditanam benih iman, ia akan tumbuh menjadi pohon yang menaungi. Jika ditanam benih lalai, ia akan menjadi semak liar yang melukai. Ia juga seperti kertas putih… setiap kata yang ditulis orang tua akan membekas, setiap tinta kelalaian akan sulit dihapus.