Ridho
por Razor RenKota Tanpa Buku
Pernahkah kau ke toko buku, perpustakaan, atau tarman bacaan? Tidakkah kau merasa istimewa ketika berada di dalamnya? Di sekelilingmu ada berbagai tokoh dari dunia nyata dan khayal, tempat yang pernah kau kunjungi dan yang belum, informasi dan cerita dari masa lalu, masa kini, dan masa depan. Semua berpadu, semua berada dalam genggamanimo.
Saat berada di antara buku, tidakkah kau merasa menjadi raja dan ratu? Ruang dan waktu seolah menyatu tanpa batas. Kau bisa terbang melintasi sekat negara dan melewati berbagai zaman. Kau bisa menyelam
ke dalam samudra, melayang di angkasa, bercanda dengan aneka sarwa,
dan berkelana di tengah padatnya kuta, juga di rimba raya.
Kau tahu, buku adalah jendela dunia, kunci pengetahuan, dan pintu wawasan Mohammad Hatta sang proklamator berkata, "Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas."
Melalui buku, manusia terbebas dari ketidaktahuan. Tempat-tempat yang dipenuhi buku adalah harapan berkembangnya pengetahuan dan wawasan.
Apa jadinya jika kota tanpa buku? Pantaskah dia disebut kota?
Di kota itu, mungkin kabar datang dari sumber lain, dari koran, televisi, atau internet. Mungkin informasi dan cerita datang dari cerita nenek moyang, hagai dongeng-dongeng sebelum tidur. Irama warganya pun tiada heda Bangun pagi, bertebaran di muka bumi untuk berbagai keperluan, untuk kembali pulang siang atau sore harinya. Setelah itu mereka berangkat tidur dan memulai lagi hari berikutnya. Semua serupa.
Di kota itu, mungkin ada bangunan bernama perpustakaan. Di dalamnya, buku-buku berderet dalam rak yang tak terjamah. Tiada tangan meraih dan membuka halaman derni halaman dengan sukacita. Mungkin juga ada tumpukan buku di sudut-sudut sekolah yang sepi dan berdebu, jarang dikunjungi jarang dibaca. Buku-buku di sana teronggok tanpa nyawa
Bagaimana dengan kotamu?
Mungkin kau tinggal di tengah kota yang megah, atau di gang sempit, di desa terpencil, di sisi pesisir, atan di kaki gumung Adakah perpustakaan, taman bacaan, atau toko buku di dekat rumahmu
Jika ada, apakah tempat itu menjadi wadah berkumpulnya anak-anak dan warga, menjadi pusat berkembangnya wawasan dan pengetahuan, atau hanya menjadi pajangan? Maukah kau menjadi orang yang menghidupkannya? Kau bisa mengunjunginya dan mengajak temanteman membaca dan berbagi cerita di sana Jadikan tempat itu sumber kegembiraan dan pengetahuan
Jika tempat itu belum ada, maukah kau menjadi orang yang mulai menghadirkannya? Kau bisa memulainya dari sebuah sudut di tesas rumahmu. Ajak teman-temanmu memulai langkah baru. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa buku. Siapa pun dirimu, bersahabatlah dengan buku. Dia akan menjadi teman setiamu sepanjang waktu