Suara bapak
от Badril UmamPesan dari Seorang Ayah yang Telah Pergi, untuk Putranya Tercinta di Hari Pernikahannya
Almarhum Bapak Zali Nazori untuk Ananda Aidi
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Anakku Aidi,
Hari ini, di hari bahagiamu, mungkin tak bisa kau lihat sosokku berdiri di sampingmu… tak bisa kau genggam tanganku, tak bisa kau peluk tubuhku yang dulu membesarkanmu. Tapi percayalah, Nak, cinta seorang ayah tidak pernah mati. Meski jasadku telah beristirahat dalam tanah, doaku tetap hidup untukmu — setiap saat, hingga hari ini pun aku menyaksikanmu... dari tempat yang tenang, insya Allah.
Aku tahu, kau telah tumbuh menjadi laki-laki yang kuat, lembut, dan bertanggung jawab. Dan hari ini, kau resmi menjadi seorang suami. Hatiku penuh haru. Seandainya aku diberi satu hari saja untuk kembali ke dunia, mungkin hari inilah yang akan kupilih… agar bisa kupeluk dirimu, kukatakan langsung:
“Nak… Bapak tidak meninggalkan harta untuk kalian. Tidak meninggalkan dunia untuk kalian. Tapi kalian lah harta Bapak.”
Harta terbaikku adalah kamu, Aidi. Dan hari ini, kau bukan hanya membawa nama keluarga kita, tapi juga membawa warisan: nilai, akhlak, dan doa yang selalu kuselipkan untukmu dulu — bahkan saat kau belum bisa bicara, saat kau belum tahu apa arti air mata bapakmu saat melihatmu tertidur dalam pelukanku.
Sekarang, engkau telah memiliki Pina — pasangan hidupmu, anugerah yang Allah titipkan untuk menemanimu. Sayangilah ia, hormatilah ia, jagalah ia dengan kesabaran. Sebagaimana kau ingin dicintai, cintailah ia. Sebagaimana kau ingin dihormati, hormatilah ia. Jadikan pernikahan kalian bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang ibadah.
Untukmu, Pina…
Meskipun aku tak bisa menyambutmu secara langsung, aku titipkan anakku dengan sepenuh kepercayaan. Dalam dirimu kini ada sebagian dari hidupnya, sebagaimana di dalam dirinya ada bagian dari jiwaku. Semoga kalian saling menguatkan, saling meneduhkan. Jadikan rumah kalian taman yang penuh doa, bukan hanya tempat berteduh — tapi tempat kembali yang dirindukan.
Aidi,
Ingatlah pesan terakhir dari seorang ayah:
“Berbuat baiklah dengan cara yang kamu tahu. Tak perlu sempurna, cukup ikhlas. Dan jaga ibumu… karena dalam doanya, hidupmu menjadi terang.”
Ibumu, Novariany, adalah perempuan terkuat yang pernah kukenal. Cinta dan keteguhannya yang menjadikanmu seperti sekarang. Maka bahagiakanlah dia. Jadilah anak lelaki yang tidak hanya dibanggakan, tapi juga dirindukan karena akhlaknya.
Dan untuk semua hadirin…
Izinkan aku, dari tempat yang sunyi ini, memohonkan doa. Doakan agar Allah SWT mengampuni dosa-dosaku, melapangkan kuburku, dan menerima segala amal kebaikan. Dan doakan pula agar Aidi dan Pina menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah… hingga maut memisahkan mereka dalam ridha Allah.
Bapak mungkin sudah pergi, Nak… tapi cintaku tak akan pernah jauh darimu.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.